Soundrenaline "Sana Sini di Makassar" berlangsung pada Sabtu malam, 29 Agustus 2026 di Phinisi Point Area, dan menampilkan 17 musisi lintas generasi dan genre. Gelaran ini merupakan kelanjutan format "Sana Sini" yang sebelumnya tampil di Jakarta pada Juli 2026. Penampilan menonjol termasuk Iwan Fals & Band, Danilla, Kelompok Penerbang Roket, serta Seringai, plus proyek kolaborasi seperti Yoko City Ghost dengan The SIGIT dan OG Avamato bersama Float.
Soundrenaline Makassar dan Peluang untuk Industri Kreatif Lokal
Penyelenggara mengusung konsep mall takeover yang menghadirkan suasana festival lebih intim dan kasual. Di sisi format, Soundrenaline menempatkan tiga pilar acara—The Unseen Performance, The Unplugged, dan The Next Meet Now—untuk merangkum panggung utama, pertunjukan akustik, dan space untuk pertemuan kreatif. Pendekatan ini membuat festival bukan sekadar tontonan, melainkan ruang interaksi antara musisi, kolektif seni, komunitas, dan publik.
Dari sudut bisnis, model seperti ini punya beberapa implikasi langsung bagi pelaku industri kreatif dan UMKM. Pertama, festival yang berjalan di pusat lalu lintas publik (mall atau area komersial) meningkatkan arus kunjungan ke stan makanan, kerajinan, dan merchandise—momen yang bisa dimanfaatkan UMKM lokal untuk uji pasar dan penjualan langsung. Kedua, kolaborasi lintas proyek musik membuka peluang kontrak kreatif: produksi merchandise bersama, proyek visual untuk panggung, atau konten digital kolaboratif yang bisa dijual atau dimonetisasi lewat platform streaming dan media sosial.
Ketiga, format yang memadukan nama besar dan talenta emerging menciptakan kesempatan pengembangan kapabilitas: musisi baru dan pelaku kreatif mendapatkan panggung untuk menunjukkan karya sekaligus membangun jaringan dengan aktor industri yang lebih mapan. Bagi promotor dan agensi kreatif, ini adalah kesempatan untuk menguji format produksi yang lebih fleksibel, sambil mengeksplorasi model pendapatan baru yang menggabungkan penjualan tiket, sponsorship, stan komersial, dan lisensi konten.
Namun, ada juga hal yang perlu diperhatikan. Menyasar format mall takeover menuntut penataan operasional yang berbeda—manajemen kerumunan, izin lokasi, serta tata letak stan dan jalur lalu lintas pengunjung harus disesuaikan agar pengalaman penonton dan pedagang tetap aman dan nyaman. Bagi UMKM, kesiapan metode pembayaran digital, ketersediaan stok merchandise, dan kemampuan melayani pesanan pasca-event (mis. pre-order online) menjadi penentu apakah lonjakan pengunjung berujung pada peningkatan pendapatan berkelanjutan.
Untuk pelaku industri kreatif yang ingin memaksimalkan manfaat dari event semacam Soundrenaline, fokus operasional praktis meliputi kesiapan katalog produk singkat untuk penjualan di stan, opsi pembayaran non-tunai, dan rencana follow-up digital untuk pelanggan yang ditemui di lokasi. Selain itu, dokumentasi konten (video, foto kolaborasi, klip pendek sosial media) bisa menjadi aset untuk monetisasi dan promosi lanjutan.
Apa Artinya untuk Bisnis Anda?
Gelaran Soundrenaline di Makassar menegaskan bahwa festival musik modern juga berfungsi sebagai pasar dan panggung kolaborasi untuk pelaku industri kreatif. Memiliki website yang rapi atau produk digital siap pakai untuk penjualan dan pemasaran akan membantu UMKM dan kreator menangkap permintaan saat event dan menjaga pelanggan setelah acara usai. Pertimbangkan membuat landing page event-ready, katalog produk digital, dan formulir pemesanan online untuk memaksimalkan momentum seperti ini.