PT Bank Maybank Indonesia Tbk pada 23 September 2026 menerbitkan pengumuman resmi kepada nasabah merchant tentang penyesuaian tarif Merchant Discount Rate (MDR) untuk transaksi QRIS. Dalam pemberitahuan itu bank merujuk pada kebijakan Bank Indonesia dan menyampaikan rincian perubahan tarif yang akan diterapkan efektif 1 Oktober 2026.

Dampak Penyesuaian MDR QRIS pada Biaya Transaksi Digital

Berdasarkan pengumuman Maybank, skema baru menyatakan bahwa tarif MDR 0% akan tetap berlaku untuk merchant Usaha Mikro (UMI) untuk transaksi sampai dengan Rp500.000. Selain itu, perluasan kebijakan membuat tarif 0% juga berlaku untuk seluruh kategori merchant (Usaha Kecil, Menengah, dan Besar) untuk transaksi sampai dengan Rp100.000 — dari sebelumnya tarif 0,7% untuk kategori tersebut pada kisaran nilai tersebut. Untuk transaksi di atas batas-batas itu, ketentuan tarif komersial seperti 0,3% atau 0,7% tetap berlaku sesuai kategori dan nilai transaksi.

Pengumuman resmi Maybank secara eksplisit memuat tabel perbandingan sebelum dan sesudah penyesuaian serta mengarahkan merchant untuk menghubungi layanan pelanggan jika memerlukan penjelasan teknis atau perubahan layanan.

Konfigurasi Operasional dan Implikasi untuk Merchant

  • Penurunan biaya untuk transaksi kecil: Merchant yang selama ini membayar MDR pada transaksi bernilai kecil akan melihat pengurangan biaya langsung pada transaksi yang memenuhi kriteria nilai transaksi dan kategori merchant.
  • Perubahan pada pencatatan dan settlement: Akuntansi harian, laporan settlement, dan rekonsiliasi perlu disesuaikan agar mencerminkan tarif baru dan agar tidak terjadi mismatch antara laporan bank dan pembukuan merchant.
  • Tekanan margin bagi acquirer dan penyedia layanan: Penyedia jasa pembayaran dan bank acquiring mungkin menghadapi penurunan pendapatan dari MDR untuk segmen transaksi kecil, sehingga perlu mempertimbangkan sumber pendapatan lain atau efisiensi operasional.
  • Peluang adopsi digital yang lebih luas: Pembebasan biaya untuk pembayaran kecil berpotensi mendorong lebih banyak merchant (termasuk UMKM) untuk menerima QRIS, memperluas akseptasi digital di titik-titik penjualan mikro.

Bagi merchant online dan pemilik usaha ritel, implikasi praktisnya termasuk memeriksa kembali integrasi gateway pembayaran, memperbarui kebijakan biaya pengiriman atau minimal transaksi jika sebelumnya ada kompensasi atas biaya MDR, serta berkomunikasi secara jelas kepada pelanggan bila ada perubahan cara penagihan atau tampilan di struk digital.

Perhatian untuk Penyelenggara Pembayaran dan Pengembang

Penyelenggara jasa sistem pembayaran (PSP), payment gateway, dan developer yang mengelola integrasi checkout harus meninjau parameter pembebanan biaya otomatis pada sistem mereka. Hal-hal yang perlu dicek meliputi: logika pengecekan kategori merchant, ambang nilai transaksi untuk tarif 0%, dan penyesuaian API atau dashboard merchant agar laporan menampilkan tarif yang berlaku per transaksi. Audit end-to-end dan uji rekonsiliasi disarankan sebelum perubahan berlaku untuk menghindari gangguan settlement.

Apa Artinya untuk Bisnis anda?

Perluasan MDR 0% untuk transaksi bernilai kecil memberikan kesempatan langsung bagi UMKM dan merchant untuk memangkas biaya operasional transaksi harian. Untuk merespons perubahan ini, pastikan website atau toko online Anda telah mengintegrasikan gateway QRIS yang mengikuti aturan terbaru, perbarui halaman checkout dan laporan settlement, serta persiapkan komunikasi ke pelanggan. Jika Anda membutuhkan cara cepat untuk menerapkan integrasi pembayaran atau memperbarui tampilan checkout, pertimbangkan membangun atau memperbarui website memakai template dan paket digital siap pakai dari Webmarket.id yang mempermudah integrasi gateway dan penyesuaian administrasi transaksi tanpa harus membangun semuanya dari nol.