Pada 21–22 Agustus 2026, Direktorat Periklanan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) melaksanakan rangkaian workshop AdCamp: Skill Up Lab di Kabupaten Solok sebagai gelombang kedua dari serangkaian pelatihan bagi pelaku ekonomi kreatif pascabencana. Acara ini diselenggarakan bersama tiga asosiasi industri periklanan nasional yaitu Indonesia Digital Association (IDA), Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I), dan Ikatan Rumah Produksi Iklan Indonesia (IRPII).
Pelatihan Iklan Digital: AdCamp Skill Up Lab di Solok dan tujuan praktisnya
Program dua hari ini menggabungkan materi strategis dan praktik produksi iklan digital. Narasumber dari industri menyampaikan sesi mulai dari strategi komunikasi dan pemanfaatan platform digital—termasuk penggunaan AI untuk ide kreatif—brand storytelling, HKI dan etika periklanan, hingga produksi foto/video serta placement iklan di media sosial. Peserta melakukan praktik pembuatan iklan 30 detik, menyusun rasional kreatif, dan mempresentasikan karya di hadapan juri praktisi.
AdCamp menargetkan pelaku ekonomi kreatif dan UMKM di wilayah terdampak bencana, dengan tujuan jangka pendek memberikan keterampilan produksi konten dan pengelolaan iklan digital yang dapat langsung dipakai untuk promosi. Dari hasil seleksi di Solok, panitia memilih lima UMKM terkurasi yang akan mendapatkan pendampingan lanjutan berupa produksi iklan dan penayangan (ad placement) secara online.
Selain Solok, gelombang sebelumnya digelar di Padang Pariaman (19–20 Agustus 2026) dan masih direncanakan di beberapa kabupaten lain sebagai bagian dari rangkaian yang menyasar Aceh dan Sumatera Barat. Penyelenggara menekankan kolaborasi antara pemerintah daerah, Kemenekraf, dan pelaku industri agar keterampilan ini dapat membantu pemulihan ekonomi lokal.
Impak terhadap praktik pemasaran digital UMKM
AdCamp memosisikan iklan digital sebagai keterampilan operasional yang perlu dimiliki UMKM: dari pembuatan konten singkat yang sesuai platform (video pendek, gambar-teks, scripting untuk live), sampai pemahaman dasar penempatan iklan yang menghubungkan exposure dengan transaksi. Pendekatan ini menutup celah antara kemampuan kreatif lokal dan akses ke penempatan berbayar yang selama ini menjadi hambatan biaya dan pengetahuan.
Bagi pelaku usaha, manfaat langsung termasuk kemampuan membuat materi iklan sendiri dengan perangkat sederhana (smartphone dan aplikasi edit dasar), memahami metrik performa dasar, serta jalur untuk mendapatkan pendampingan penayangan iklan yang lebih terukur. Bagi penyelenggara kebijakan dan asosiasi, program semacam ini juga berfungsi sebagai kanal distribusi praktik baik tentang etika periklanan dan hak kekayaan intelektual di tingkat lokal.
Hal yang perlu diperhatikan oleh pelaku usaha dan pemasar lokal
- Skalabilitas: keterampilan produksi harus ditindaklanjuti dengan akses ke saluran penayangan dan anggaran yang realistis untuk mendapatkan hasil.
- Kualitas distribusi: memilih platform dan format yang sesuai audiens lokal (mis. video pendek untuk social commerce) lebih efektif daripada menargetkan semua kanal sekaligus.
- Etika dan HKI: pelatihan HKI dan etika periklanan penting untuk menghindari pelanggaran yang dapat merugikan usaha kecil.
- Pendampingan lanjutan: memanfaatkan program lanjutan atau kemitraan dengan agensi/asosiasi meningkatkan peluang iklan berkonversi menjadi penjualan.
Apa Artinya untuk Bisnis Anda?
AdCamp menunjukkan bahwa kemampuan membuat konten iklan dan memahami placement kini menjadi kompetensi praktis bagi UMKM yang ingin pulih dan tumbuh. Jika Anda pelaku usaha, mempertimbangkan pembangunan landing page/website sederhana dan menyiapkan materi iklan singkat (video 15–30 detik) akan mempercepat pemanfaatan pelatihan seperti ini. Webmarket.id dapat menjadi sumber produk digital siap pakai—template, source code, atau tools—yang membantu Anda cepat menyiapkan kanal dan materi promosi setelah mengikuti program pelatihan.