PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) atau Askrindo menegaskan transformasi peran pemasaran menjadi bagian inti strategi pertumbuhan perusahaan. Pernyataan ini disampaikan seiring direktur bisnis Askrindo, Budhi Novianto, menerima penghargaan "Best Chief Marketing Officer 2026 in Encouraging Insurance Inclusion and Education through Strategic Partnerships (General Insurance Category)" dalam ajang Indonesia Best CMO Awards 2026.

Digital Marketing sebagai Motor Pertumbuhan: Data, AI, dan Kemitraan

Dalam keterangan yang dimuat media nasional pada 7 September 2026, Budhi menekankan bahwa fungsi marketing kini harus lebih dari sekadar membangun brand atau kampanye. Pemasaran harus mampu menunjukkan kontribusi langsung terhadap pertumbuhan bisnis, sehingga pendekatan yang berorientasi data, pemanfaatan teknologi termasuk kecerdasan buatan, serta penguatan kanal digital menjadi prioritas.

Budhi menyatakan bahwa perusahaan yang menempatkan marketing sebagai bagian strategi pertumbuhan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang. Pernyataan ini menyoroti dua tuntutan praktis bagi tim pemasaran: pertama, pengukuran dampak yang jelas (beyond awareness) dan kedua, pembangunan kemitraan lintas sektor untuk memperluas akses produk, terutama pada segmen inklusi keuangan.

Penghargaan yang diraih Askrindo menjadi pengakuan atas integrasi antara strategi pemasaran dan tujuan bisnis—dari digitalisasi layanan hingga penggunaan data untuk memahami perilaku pelanggan. Media nasional melaporkan bahwa pendekatan tersebut dipakai Askrindo untuk mendorong inklusi asuransi melalui kolaborasi ekosistem.

Implikasi untuk Pelaku Bisnis dan UMKM dalam Pemasaran Digital

  • Fokus pada metrik yang relevan: Bisnis perlu memetakan metrik yang menjelaskan kontribusi pemasaran ke pendapatan atau pengambilan keputusan pelanggan, bukan sekadar metrik awareness.
  • Investasi pada data dan kemampuan analitik: Penggunaan AI dan analitik dipandang sebagai enabler untuk memahami perilaku pelanggan dan mengoptimalkan kanal digital.
  • Kemitraan sebagai saluran distribusi & edukasi: Kolaborasi lintas sektor dapat memperluas jangkauan, terutama untuk produk yang masih membutuhkan edukasi pasar seperti asuransi.
  • Skalabilitas konten dan kanal: Pengembangan konten yang terukur dan kemampuan menjalankan kampanye multi-kanal menjadi kunci agar strategi bertahan di lanskap media yang terfragmentasi.

Untuk UMKM, pesan praktisnya adalah: memahami customer journey dan memilih metrik konversi yang jelas akan membantu mengalokasikan anggaran pemasaran dengan lebih efisien. Sementara bagi perusahaan menengah dan besar, integrasi data lintas fungsi (product, sales, marketing) diperlukan agar bukti dampak pemasaran bisa ditunjukkan ke pemangku kepentingan.

Hal yang Perlu Diwaspadai

Meskipun adopsi AI dan kanal digital membuka peluang, berita ini juga menegaskan tantangan: setiap strategi harus mampu dibuktikan dampaknya terhadap bisnis. Praktik pengukuran yang lemah atau ketergantungan pada metrik vanity dapat menghambat justifikasi anggaran. Selain itu, kolaborasi yang buruk atau kurangnya integrasi data berisiko menghasilkan hasil di bawah ekspektasi.

Apa Artinya untuk Bisnis anda?

Bagi pelaku usaha, pesan dari Askrindo jelas: perkuat kemampuan data-driven dan kanal digital agar pemasaran bisa berdampak langsung pada pertumbuhan. Memiliki website yang terukur dan produk digital siap pakai untuk menjalankan kampanye, mengumpulkan data pelanggan, dan menguji kreativitas kanal akan membantu bisnis merespons tren ini secara lebih cepat dan terukur.