Pada 17 Agustus 2026, Google mengumumkan perubahan perilaku sistem bidding otomatis (Smart Bidding) yang berfokus pada penanganan kampanye yang dibatasi anggaran. Pembaruan ini ditempatkan pada level portofolio bidding dan anggaran bersama, dan berlaku untuk beberapa strategi bid berbasis target serta jenis kampanye tertentu.

Apa yang berubah

  • Perubahan ditujukan untuk strategi bidding berbasis target: Target CPA, Target ROAS, dan Target CPC (khusus kampanye Peningkat Permintaan).
  • Pembaruan berlaku untuk kampanye Penelusuran, Shopping, Performa Maksimal (Performance Max), Peningkat Permintaan (Demand Gen), dan Perjalanan yang dikelola lewat Google Ads atau Search Ads 360; serta kampanye Peningkat Permintaan yang dikelola di Display & Video 360.
  • Perubahan diterapkan pada penyiapan bidding portofolio dan anggaran bersama; untuk anggaran bersama yang dibatasi, dampak akan didistribusikan ke seluruh kampanye dalam grup tersebut.
  • Google menegaskan bahwa mereka tidak akan menyesuaikan anggaran harian atau target bid kampanye secara otomatis atas nama pengiklan.

Konteks singkat

Langkah ini merupakan penyesuaian algoritme Smart Bidding untuk menangani situasi di mana anggaran kampanye menjadi pembatas utama. Google juga memperbarui alat perencanaan (seperti Performance Planner) agar mencerminkan perilaku bidding baru, namun mengingat adanya masa transisi, Google mengingatkan agar berhati-hati saat menggunakan perkiraan dari 17 hingga 31 Agustus 2026.

Dampak bagi bisnis dan UMKM

Perubahan ini berpotensi memengaruhi pengelolaan anggaran dan hasil kampanye, terutama untuk pelaku UMKM yang menerapkan strategi bidding berbasis target dengan anggaran terbatas. Beberapa dampak yang perlu diperhatikan:

  • Fluktuasi pembelanjaan harian: pengiklan mungkin melihat perubahan dalam pola pengeluaran harian dan kemungkinan anggaran tidak terpakai sepenuhnya jika set target tidak mencerminkan tujuan bisnis secara akurat.
  • Performa relatif terhadap target: kampanye yang selama ini berkinerja lebih baik daripada target mungkin terdampak apabila sistem menyesuaikan perhitungan untuk kampanye yang dibatasi anggaran.
  • Keterbatasan rekomendasi otomatis: Google tidak akan memberikan rekomendasi target untuk kampanye dengan data konversi yang sangat sedikit; misalnya, data internal Google menyatakan mereka tidak menghitung target yang direkomendasikan untuk kampanye dengan kurang dari 7 konversi.

Hal yang perlu dilakukan oleh pengiklan

  1. Tinjau kampanye yang menggunakan strategi bidding berbasis target dan teridentifikasi sebagai dibatasi anggaran, khususnya yang selama ini menunjukkan performa lebih baik daripada target saat ini.
  2. Periksa penyiapan portofolio bidding dan anggaran bersama: pahami bagaimana anggaran dibagi dan apakah distribusi saat ini sesuai prioritas bisnis Anda.
  3. Sesuaikan target dan anggaran dengan tujuan bisnis — pastikan target akurat agar sistem bisa bekerja sesuai ekspektasi; Google menegaskan pentingnya memasukkan target yang merefleksikan sasaran Anda.
  4. Sabar memantau perubahan: tunggu 1–2 siklus konversi sebelum mengevaluasi stabilitas performa setelah penyesuaian.
  5. Berhati-hati menggunakan alat perencanaan antara 17–31 Agustus 2026 karena periode transisi dapat memengaruhi akurasi perkiraan.

Secara ringkas, perubahan ini menuntut pengiklan — termasuk UMKM — untuk mengecek kembali sasaran kampanye dan struktur anggaran. Dengan memahami cakupan perubahan dan meluangkan waktu untuk validasi hasil setelah peluncuran, pelaku usaha dapat meminimalkan gangguan dan menjaga efektivitas kampanye digital mereka.