Pada 16 September 2026 Tokopedia bersama TikTok Shop mengubah kebijakan biaya seller: batas maksimum biaya komisi dinamis ditetapkan ulang menjadi Rp60.000 per item. Informasi perubahan ini dipublikasikan di kanal resmi Seller Center dan dilaporkan oleh media ekonomi nasional, yang menunjukkan penyesuaian kebijakan platform e-commerce setelah beberapa kali revisi struktur biaya sepanjang tahun.

Perubahan Komisi Dinamis dan Dampaknya bagi Seller

Komisi dinamis adalah komponen biaya yang dihitung berdasarkan harga produk setelah diskon dan berfungsi sebagai kontribusi untuk paket promosi (mis. subsidi ongkir, cashback, dan peningkatan eksposur). Sejak 18 Mei 2026, platform sempat menaikkan batas maksimal komisi dinamis secara besar‑besaran; perubahan terbaru menurunkannya drastis sehingga nilai komisi per item kini tidak akan melebihi Rp60.000.

Untuk seller, efek langsungnya berbeda menurut kategori dan kategori harga produk:

  • Produk bernilai tinggi: seller produk elektronik atau barang mahal yang sebelumnya bisa dikenai cap sampai ratusan ribu akan melihat potongan per item turun signifikan—membantu margin per transaksi.
  • Produk bernilai rendah: untuk barang dengan harga menengah ke bawah perbedaan nominal komisi mungkin kecil; namun akumulasi biaya (komisi platform, biaya pemrosesan, program promo) tetap perlu diperhitungkan.
  • Strategi harga dan promosi: seller harus meninjau ulang bundling, diskon, dan partisipasi program promosi karena komponen komisi berubah sifatnya setelah cap baru diberlakukan.

Perubahan ini datang di tengah sorotan terhadap praktik penahanan dana seller yang sempat memicu perdebatan publik dan perhatian regulator. Keringanan plafon komisi bisa meredam sebagian tekanan biaya, tetapi tidak otomatis menyelesaikan isu lain seperti penahanan saldo terkait dugaan fraud atau biaya layanan tambahan yang tetap berlaku.

Bagaimana UMKM dan Toko Online Perlu Merespons

Ada beberapa langkah praktis yang sebaiknya dipertimbangkan pelaku usaha setelah pengumuman ini:

  1. Audit margin produk per kategori: hitung kembali laba kotor setelah komponen potongan marketplace terbaru untuk memastikan harga tetap menguntungkan.
  2. Prioritaskan produk dengan nilai tambah: fokus pada paket bundling, layanan purna jual, atau penawaran eksklusif yang menambah nilai tanpa menaikkan potongan platform secara proporsional.
  3. Gunakan data penjualan: pantau performa promosi dan konversi sebelum dan sesudah cap baru untuk menilai efektivitas program yang ada.
  4. Siapkan kanal penjualan alternatif: kurangi risiko ketergantungan pada satu ekosistem dengan mengembangkan kanal direct‑to‑consumer.

Di sisi platform, revisi cap komisi berpotensi mengubah komposisi pendapatan dan insentif kampanye. Marketplace mungkin menyesuaikan program berbayar atau fitur promosi untuk menjaga pendapatan sambil menurunkan beban seller pada produk tertentu.

Apa Artinya untuk Bisnis anda?

Penurunan batas komisi dinamis memberi ruang napas bagi penjual, terutama pemilik produk bernilai tinggi, namun bukan pengganti strategi harga yang matang. Untuk pelaku UMKM yang ingin mengurangi ketergantungan pada biaya marketplace, membangun website toko sendiri atau memakai produk digital siap pakai untuk berjualan langsung adalah langkah praktis: ini membantu kontrol margin, mempermudah pengelolaan promosi, dan memberi alternatif penjualan bila struktur biaya marketplace berubah lagi di masa depan.