PT Telkom Indonesia (Telkom) meluncurkan inisiatif Zero Plastic Movement pada 11 September 2026 sebagai bagian dari rangkaian BISA Green Action Fest bertema “Tanah, Air, Kita”. Peluncuran ini ditandai dengan pemasangan fasilitas water refill station dan rangkaian edukasi yang ditujukan untuk karyawan, komunitas, masyarakat, serta pelaku UMKM. Menurut siaran pers resmi, program bertujuan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan mendorong kebiasaan ramah lingkungan di lingkungan kerja dan mitra usaha.

UMKM dan praktik berkelanjutan dalam Zero Plastic Movement

Pada kegiatan tersebut, Telkom menyatakan keterlibatannya tidak hanya pada penempatan sarana fisik seperti water refill, tetapi juga pada penyelenggaraan workshop dan komunikasi untuk meningkatkan kesadaran. Media teknologi dan media nasional yang meliput acara menyoroti peran Telkom mengajak UMKM agar menyesuaikan praktik produksi dan pengemasan dengan prinsip pengurangan sampah plastik.

Langkah perusahaan telekomunikasi besar untuk melibatkan UMKM dalam program lingkungan menunjukkan pergeseran pendekatan: inisiatif korporasi tidak lagi hanya bersifat internal, melainkan juga diarahkan untuk membangun ekosistem mitra yang lebih berkelanjutan. Untuk pelaku UMKM, keterlibatan ini membuka peluang mendapatkan akses informasi, pelatihan, dan pemahaman tentang alternatif pengemasan serta model bisnis berbasis refill atau pengurangan kemasan sekali pakai.

Dampak praktisnya beragam. Pertama, penggunaan water refill membantu menurunkan kebutuhan kemasan botol sekali pakai di lokasi acara dan fasilitas perusahaan, sekaligus menjadi contoh operasional yang bisa ditiru pelaku usaha. Kedua, edukasi dan workshop yang digelar bisa memicu adaptasi material pengganti plastik atau penyusunan strategi komunikasi produk yang menonjolkan aspek ramah lingkungan—nilainya penting saat konsumen kian menyaring produk berdasarkan jejak lingkungan.

Namun ada hal yang perlu diperhatikan UMKM: transisi ke praktik berkelanjutan memerlukan biaya awal dan perubahan rantai pasok (mis. pengadaan bahan pengemas alternatif atau peralatan refill). Selain itu, perubahan komunikasi merek dan kemasan harus disertai bukti nyata agar klaim ramah lingkungan tidak menimbulkan skeptisisme konsumen.

Peluang bisnis bagi UMKM dari gerakan pengurangan plastik

  • Kesempatan kolaborasi dengan korporasi untuk pilot program pengemasan ulang atau program refill.
  • Nilai tambah produk lewat label dan narasi berkelanjutan yang dapat meningkatkan daya saing di pasar lokal dan digital.
  • Akses ke pelatihan materi alternatif kemasan dan praktik operasional yang lebih efisien.

Apa Artinya untuk Bisnis anda?

Bagi UMKM, momen ini menggarisbawahi pentingnya menyiapkan komunikasi produk dan kanal penjualan yang menonjolkan komitmen lingkungan. Memiliki website atau toko daring yang jelas menampilkan inisiatif berkelanjutan—misalnya halaman yang menjelaskan program refill, pilihan kemasan ramah lingkungan, atau panduan reuse—membantu menarik konsumen dan mitra B2B. Pemanfaatan template toko online, halaman produk yang menonjolkan atribut ramah lingkungan, dan modul edukasi singkat pada website dapat menjadi langkah praktis bagi pelaku usaha untuk merespons tren dan peluang yang muncul dari gerakan seperti ini.