Pameran Kriyanusa 2026 resmi dibuka pada 26 September 2026 di Jakarta Convention Center (JCC). Acara yang berlangsung sampai 30 September ini mengusung tema "Cipta Kriya Berkelanjutan Perajin Mendunia" dan menampilkan sekitar 410 booth dengan 257 peserta yang berasal dari Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Dekranasda, kementerian/lembaga, serta pelaku UMKM dari berbagai daerah.

Peran Pameran Kriya dalam Menguatkan Industri Kreatif dan UMKM

Kriyanusa menempatkan diri sebagai platform penghubung antara perajin, pembeli, dan pemangku kepentingan sektor kriya. Dengan tema yang menekankan keberlanjutan, pameran ini tidak hanya memamerkan produk tradisi seperti wastra dan kriya, tetapi juga mendorong integrasi desain, inovasi bahan, dan praktik produksi yang ramah lingkungan. Kehadiran pemerintah daerah dan lembaga nasional turut menegaskan upaya kolaboratif untuk memfasilitasi akses pasar dan peningkatan kapasitas produk lokal.

Salah satu nilai praktis pameran adalah peluang business-to-business (B2B) dan business-to-consumer (B2C): perajin dapat melakukan business matching, bertemu buyer potensial, sekaligus menguji daya tarik produk di pasar ritel. Kegiatan pendukung seperti lokakarya, peragaan busana, dan workshop juga menjadi ruang transfer pengetahuan—misalnya teknik finishing, sertifikasi mutu, dan strategi pemasaran digital.

Dampak bagi Pelaku Usaha dan Hal yang Perlu Diwaspadai

  • Peluang Akses Pasar: Pameran membuka jalur distribusi baru dan peluang ekspor bila produk terkurasi dan memenuhi standar buyer.
  • Keberlanjutan sebagai Nilai Jual: Produk yang mengedepankan bahan berkelanjutan dan praktik produksi ramah lingkungan berpotensi mendapat nilai tambah pada segmen premium.
  • Perlu Standarisasi dan Perlindungan IP: Pelaku kriya perlu memperhatikan hak kekayaan intelektual, label asal, dan standar kualitas agar tidak kehilangan potensi pasar.
  • Kesiapan Digital: Tanpa jejak digital yang jelas (katalog online, foto produk berkualitas, dan kanal pemesanan), peluang follow-up dari buyer bisa hilang setelah pameran berakhir.

Dari sisi kebijakan dan ekosistem, keterlibatan Dekranas dan kementerian menunjukkan bahwa pameran semacam ini menjadi bagian dari strategi lebih luas untuk mendorong pelaku kreatif naik kelas—melalui pelatihan, pembiayaan, dan koneksi ke pasar domestik maupun internasional.

Apa yang Perlu Dipantau Setelah Pameran

  1. Hasil business matching dan daftar buyer yang berminat untuk tindak lanjut.
  2. Inisiatif sertifikasi atau program pelatihan yang diumumkan panitia atau lembaga pendukung.
  3. Kebijakan pendukung dari pemerintah daerah atau kementerian terkait akses pembiayaan dan ekspor.
  4. Perubahan preferensi pasar terhadap produk berkelanjutan yang dapat mempengaruhi desain dan pilihan bahan.

Apa Artinya untuk Bisnis anda?

Untuk pelaku UMKM dan perajin, kehadiran di pameran seperti Kriyanusa memberi peluang nyata memperluas pasar—tetapi tindak lanjut digital adalah kunci. Memiliki website yang menampilkan katalog produk, halaman B2B untuk buyer, serta alat pemesanan atau portofolio digital akan membantu mempertahankan lead dari pameran dan mempercepat proses negosiasi dengan pembeli nasional maupun internasional. Pertimbangkan juga memanfaatkan template toko online, source code katalog, atau tools siap pakai untuk mempresentasikan koleksi secara profesional setelah event berakhir.