Pameran kerajinan INACRAFT October Vol. 5 resmi digelar pada 7 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) dengan tema "Techno Craft". Gelaran ini menghadirkan kombinasi antara produk kriya tradisional dan penerapan teknologi digital dalam proses desain, produksi, hingga pemasaran.

Techno Craft: Perpaduan Kriya Tradisional dan Solusi Digital

Tema "Techno Craft" yang diusung INACRAFT menempatkan teknologi sebagai katalis untuk memperluas pasar dan meningkatkan produktivitas perajin. Pada penyelenggaraan kali ini, pameran menjadi ruang pertemuan antara perajin, pelaku UMKM, buyer, serta pemangku kebijakan. Penyelenggara dan beberapa peserta menekankan pentingnya integrasi digital—dari katalog digital, pemesanan online, hingga solusi logistik dan pembayaran—sebagai cara praktis untuk meningkatkan daya saing produk kriya di pasar nasional maupun internasional.

Pihak penyelenggara menargetkan jumlah pengunjung dan volume transaksi yang signifikan di event ini, sementara beberapa delegasi daerah membawa produk unggulan dan program pembinaan untuk mendorong perajin naik kelas. Kehadiran youthpreneurs dan inisiatif regenerasi juga menjadi sorotan untuk menjaga kesinambungan keterampilan kriya sambil mempercepat adopsi teknologi.

Dampak bagi Pelaku Industri Kreatif dan UMKM

  • Peluang pasar dan transaksi: Pameran skala besar seperti INACRAFT memfasilitasi pertemuan langsung dengan buyer dan distributor, membuka peluang transaksi retail dan wholesale.
  • Percepatan digitalisasi: Pameran menonjolkan solusi digital yang dapat membantu perajin membuat katalog, menerima pemesanan online, dan mengelola inventaris lebih efisien.
  • Regenerasi dan kapasitas SDM: Keterlibatan pengusaha muda (youthpreneurs) memberi sinyal bahwa adopsi praktik bisnis modern dan pemasaran digital semakin menjadi kebutuhan untuk keberlanjutan usaha kerajinan.
  • Kebutuhan dukungan infrastruktur: Logistik, pembayaran digital, dan akses ke pasar ekspor tetap menjadi faktor penentu keberhasilan transformasi digital bagi pelaku kriya.

Meski peluang terlihat besar, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pelaku usaha: memastikan kualitas produk dan standarisasi kemasan untuk pasar modern, menyiapkan data produk yang siap dipublikasikan secara digital, serta memahami regulasi ekspor dan tata kelola bea cukai jika menargetkan pasar luar negeri.

Strategi Praktis yang Bisa Diambil Pelaku Industri Kreatif

  1. Susun katalog digital produk dengan foto dan deskripsi standar untuk memudahkan proses transaksi B2B maupun B2C.
  2. Manfaatkan platform pembayaran dan layanan logistik yang tersedia untuk mempercepat pemenuhan pesanan.
  3. Ikuti program pelatihan atau kolaborasi dengan asosiasi/instansi untuk peningkatan kualitas desain dan pengemasan.
  4. Libatkan generasi muda dalam strategi pemasaran digital—konten, marketplace, dan jejaring internasional bisa mereka jalankan lebih agresif.

Apa Artinya untuk Bisnis anda?

INACRAFT 2026 menegaskan bahwa transformasi digital bukan lagi opsi bagi pelaku kriya—melainkan kebutuhan untuk memperluas pasar dan meningkatkan efisiensi. Memiliki website yang menampilkan katalog digital, integrasi pemesanan, serta produk digital siap pakai akan membantu UMKM dan studio kriya merespons momentum pameran seperti ini dengan lebih cepat dan profesional. Pertimbangkan membangun atau memperbarui toko online dan aset digital Anda agar lebih mudah terhubung dengan buyer dan layanan logistik saat peluang transaksi terbuka.