Bank Indonesia Perwakilan Balikpapan menempatkan digitalisasi pembayaran sebagai salah satu fokus pada rangkaian acara Mahligai Nusantara 2026, yang berlangsung di Balikpapan Sport and Convention Center. Kegiatan yang digelar 11–13 September itu menjadi arena pertemuan antara UMKM, perbankan, dan pemangku kepentingan lain untuk mempercepat inklusi keuangan dan kesiapan rantai pasok.
QRIS dan pemanfaatan pembayaran digital di Mahligai Nusantara
Penyelenggara mencatat lebih dari 30.000 kunjungan dan nilai transaksi sekitar Rp1,2 miliar selama pameran. Dalam paparan resmi perwakilan BI Balikpapan, kesiapan UMKM tidak hanya dinilai dari produk dan kemasan, tetapi juga dari kemampuan memanfaatkan sistem pembayaran digital seperti QRIS. BI menekankan agar pelaku usaha menyiapkan infrastruktur pembayaran digital sebagai bagian dari upaya masuk ke rantai pasok yang lebih luas.
Selain volume transaksi, event ini juga memfasilitasi business matching pembiayaan yang dilaporkan mencapai sekitar Rp3,33 miliar hingga awal September. Area layanan keuangan dan konsultasi yang hadir di lokasi memberi akses langsung bagi pelaku usaha untuk berkonsultasi soal pembiayaan, sertifikasi, kemasan, dan digitalisasi transaksi.
Apa yang terjadi dan mengapa penting bagi UMKM?
- Adopsi QRIS di lapangan: Beberapa peserta dan pengunjung tercatat melakukan transaksi menggunakan QRIS, menunjukkan penetrasi solusi pembayaran non-tunai dalam aktivitas pameran.
- Kesiapan rantai pasok: BI memadankan kurasi peserta berdasarkan kapasitas produksi dan kesiapan digital, termasuk kemampuan menerima pembayaran elektronik.
- Akses pembiayaan dan jejaring: Fasilitasi business matching menghubungkan UMKM dengan perbankan dan mitra yang bisa mendukung ekspansi usaha.
Dari sisi pelaku usaha, kejadian ini menegaskan dua tuntutan praktis: memastikan mekanisme penerimaan pembayaran digital berjalan lancar (integrasi QR, pencatatan transaksi, rekonsiliasi) dan menyiapkan proses administrasi serta laporan keuangan yang kompatibel dengan transaksi elektronik.
Dampak bagi pelaku bisnis dan hal yang perlu diperhatikan
- Pilih penyedia pembayaran yang terintegrasi: integrasi dengan aplikasi kasir, pembukuan, dan laporan penjualan akan mempercepat pemulihan data transaksi dan memudahkan akses pembiayaan.
- Perkuat kapabilitas operasional: ketersediaan perangkat pendukung, pelatihan staf, dan SOP layanan pelanggan diperlukan agar pembayaran digital tidak menjadi hambatan saat volume naik.
- Perhatikan keamanan dan pencatatan: transaksi elektronik memerlukan kontrol fraud sederhana, pencatatan yang rapi, serta rutin rekonsiliasi untuk menghindari selisih kas.
- Manfaatkan momen business matching: pameran yang menghadirkan perbankan dan pembeli potensial adalah peluang untuk menegosiasikan pembiayaan atau kontrak pasokan yang mensyaratkan kesiapan pembayaran digital.
Apa Artinya untuk Bisnis anda?
Bagi pelaku usaha, Mahligai Nusantara menunjukkan bahwa kemampuan menerima dan mengelola pembayaran digital kini menjadi bagian dari kriteria kelayakan pasar dan rantai pasok. Memiliki website atau produk digital siap pakai serta integrasi sistem pembayaran akan mempermudah pencatatan transaksi, meningkatkan kredibilitas saat negosiasi pembiayaan, dan membuat usaha lebih cepat merespons permintaan pasar yang menuntut opsi pembayaran non-tunai.