Jakarta — Pada 15 Oktober 2026 WPP Media Indonesia menyelenggarakan Content Day 2026 bertajuk "The Age of Influence" di Ciputra Artpreneur, Jakarta. Acara yang dihadiri ratusan pemimpin pemasaran dari kawasan Asia Pasifik ini memfokuskan diskusi pada pergeseran strategi pemasaran: dari pembelian jangkauan menuju membangun kepercayaan melalui ekosistem kreator, pemanfaatan AI, dan pengukuran efektivitas konten.
Isi acara: kreator, social commerce, dan kecerdasan buatan
WPP Media menampilkan rangkaian sesi yang menyorot tiga tema besar. Pertama, perkembangan creator economy dan social commerce — termasuk peluncuran studi APAC Creator Economy Landscape Study 2026 yang mencatat pertumbuhan nilai transaksi social commerce di kawasan. Kedua, peran kecerdasan buatan dan model bahasa besar (LLM) dalam perencanaan konten, optimasi pencarian generatif, dan produksi aset kreatif. Ketiga, pengukuran efektivitas investasi pada kreator dan konten, dengan fokus pada metrik resonansi dan dampak jangka panjang daripada hanya metrik jangkauan.
Agenda acara juga menampilkan panel praktis tentang bagaimana merek menyeimbangkan budaya, konten, dan commerce untuk membangun kepercayaan konsumen. Sesi-sesi yang dimuat dalam program membahas teknik baru untuk menilai kontribusi kreator terhadap penjualan, serta bagaimana tim pemasaran perlu menyiapkan konten yang optimal untuk konsumsi manusia sekaligus mesin (LLM dan sistem pencarian generatif).
Implikasi langsung bagi strategi pemasaran digital
- Perencanaan konten harus berorientasi nilai: Merek perlu menggeser fokus ke konten yang mendorong keterlibatan bermakna dan mempertahankan kepercayaan, bukan hanya menjaring klik sementara.
- Integrasi AI menjadi standar operasional: Penggunaan AI untuk riset kata kunci, pembuatan draf konten, dan optimasi distribusi akan mempercepat produksi tanpa menggantikan kebutuhan pengawasan editorial.
- Metode pengukuran berubah: Pengiklan harus mengadopsi metrik baru yang mengukur resonansi, kualitas interaksi, dan kontribusi kreator terhadap perjalanan pelanggan.
- Social commerce sebagai kanal utama: Pertumbuhan GMV social commerce menunjukkan peluang distribusi langsung lewat platform kreator dan afiliasi—merek perlu menyiapkan operasional penjualan yang terintegrasi.
Untuk tim pemasaran perusahaan dan UMKM, pembelajaran utama adalah menyiapkan tata kerja yang menggabungkan kemampuan kreatif internal dengan alat analitik dan automasi. Kolaborasi dengan kreator harus dirancang sebagai kemitraan berkelanjutan dengan indikator kinerja yang jelas, alih-alih kampanye satu kali.
Perhatian dan risiko yang perlu dicermati pelaku usaha
Meningkatnya pemanfaatan AI dan kreator juga membawa tantangan: kebutuhan tata kelola data, transparansi dalam hubungan kreator‑merek, serta kepatuhan terhadap aturan iklan dan perlindungan konsumen. Selain itu, efektivitas social commerce bergantung pada kesiapan logistik, layanan pelanggan, dan sistem pembayaran yang andal.
Apa Artinya untuk Bisnis anda?
Bagi pelaku usaha yang membangun kehadiran digital, tren yang diangkat di Content Day 2026 menegaskan pentingnya memiliki dasar digital yang kuat—mulai dari website yang terstruktur, katalog produk yang mudah diintegrasikan ke kanal penjualan, hingga aset konten yang siap dipakai. Memiliki website dan produk digital siap pakai membantu bisnis merespon cepat peluang social commerce dan kolaborasi kreator yang kini menjadi pusat strategi pemasaran.