Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mendorong penyelenggaraan Expo UMKM & Ekosistem Haji dan Umrah 2026 di Kota Madiun sebagai ruang kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, penyelenggara dan masyarakat. Pengumuman persiapan acara yang disampaikan dalam rapat teknis pertengahan September menyebut target sekitar 300 tenant dan proyeksi hampir 10.000 pengunjung. Sampai tahap persiapan tercatat sekitar 260 tenant yang mendaftar.

Ekspo UMKM Haji: peluang pasar dan target peserta

Expo akan digelar bersamaan dengan agenda nasional Kick Off Manasik Haji Akbar. Panitia memperkirakan acara manasik akan menghadirkan 15.000 jamaah secara langsung dan sekitar 150.000 peserta daring; penyelenggaraan expo yang paralel diharapkan mendorong arus pengunjung dan memperbesar kesempatan transaksi bagi pelaku UMKM yang menyasar kebutuhan jamaah haji dan umrah.

Lokasi yang dipilih di Jawa Timur dinilai strategis karena provinsi ini memiliki basis jamaah haji yang besar, sehingga produk oleh-oleh, perlengkapan ibadah, makanan khas, dan layanan pendukung berpotensi mendapatkan pasar yang lebih luas. Kemenhaj juga mendorong agar produk UMKM yang layak dipasarkan dapat naik kelas dari pasar lokal ke nasional bahkan internasional melalui partisipasi dalam ekosistem haji dan umrah.

Beberapa media melaporkan bahwa kegiatan tersebut terencana berlangsung pada akhir September 2026, dengan jumlah tenant yang terus bertambah pada tahap pendaftaran. Penyelenggaraan diawasi bersama pemerintah daerah dan mitra lokal untuk memastikan kesiapan teknis dan jangkauan peserta.

Dampak dan hal yang perlu diperhatikan UMKM

  • Peluang pasar terfokus: Hadirnya jamaah dan pengunjung yang besar menciptakan demand tersendiri untuk produk oleh-oleh, perlengkapan ibadah, makanan siap-jual, dan jasa terkait perjalanan ibadah.
  • Kualitas dan sertifikasi: Untuk masuk ke pasar nasional atau rantai pasokan haji/umrah, UMKM perlu memperhatikan standar kualitas, kemasan, dan kepatuhan regulasi (mis. label, keamanan pangan).
  • Logistik dan kapasitas produksi: Tenant yang mampu memenuhi permintaan volume di event dan follow-up pesanan pasca-event memiliki peluang lebih besar untuk pertumbuhan.
  • Integrasi digital: Mengingat ada jangkauan daring besar untuk manasik, kemampuan memasarkan produk secara online atau menyediakan katalog digital akan memperbesar jangkauan penjualan.

Selain itu, kolaborasi antar-pemangku kepentingan—pemerintah, pemerintah daerah, perbankan daerah, dan asosiasi pelaku usaha—ditekankan sebagai kunci agar expo tidak sekadar event sementara tetapi menjadi rangkaian yang bisa memperkuat ekosistem ekonomi haji dan umrah.

Apa yang perlu dipantau oleh pelaku UMKM

  1. Jadwal resmi pendaftaran tenant dan tata cara perlindungan konsumen pada event.
  2. Persyaratan teknis dan regulasi yang diberlakukan oleh penyelenggara terkait produk dan stan.
  3. Peluang kemitraan dengan penyelenggara perjalanan, perbankan lokal, dan platform digital untuk memaksimalkan distribusi pasca-event.

Apa Artinya untuk Bisnis anda?

Expo ini memberikan kesempatan nyata bagi UMKM untuk menjajaki pasar jamaah haji/umrah yang besar dan tersegmentasi. Memiliki situs yang rapi, katalog produk digital, dan kemampuan menerima pesanan daring dapat membantu pelaku usaha memaksimalkan keterlibatan selama dan setelah acara; tools atau template website siap pakai bisa mempercepat UMKM menampilkan produk, mengelola pesanan, dan menjalin kemitraan baru.